Malam hari, 2 April kemarin, sekitar jam 23.30, saya mendapatkan kecelakaan di daerah kemranjen, setelah mengadakan pertemuan dengan rekan rekan untuk suatu tugas. Kepala saya terbentur cukup keras, dan lecet dan luka di beberapa bagian tubuh. Tapi Alhamdulillah, kondisi saya sangat baik, bahkan jauh lebih baik...
Kenapa??
Rasulullah bersabda:
" Tidaklah seorang muslim ditimpa sebuah kesedihan, nestapa, bencana, derita, penyakit, hingga duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah, dengannya, akan mengampuni kesalahan kesalahannya"Tentu saja ini bagi orang yang bersabar, yang mengharapkan ridha Allah, yang berinabah, dan sadar bahwa dirinyasedang berhadapan dengan Yang Maha Tunggal dan Maha Pemberi.
Al Mutanabbi dalam bait bait syairnya yang penuh hikmah memberikan dorongan kuat untuk berlapang dada kepada hamba,
Janganlah kau baringkan punggungmu kecuali dengan senang hati
selama ruh masih bersarang dalam badanmu
tak ada kebahagiaan abadi dengan apa yang kau bahagiakan
dan kesedihan tidak akan mengembalikan apa yang telah tiada
Al Quran:
"(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput darimu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu" (QS Al Hadid:23)
(Saya nukil dari buku La Tahzan, ditulis oleh Al Ustadz Aidh Al Qarni, hal 212)
Itulah sebab, kenapa saya justru sangat bersyukur diberikan musibah seperti ini...
Wallahualam bi shawab

